Photobucket

Tuesday, June 21, 2005


Kabinet Reformasi atau Kabinet Pembangunan ?

Ketersediaan BBM yang amat sangat menipis, adanya pemberitahuan kalau listrik akan diputuskan secara bergiliran, dan masih banyak lagi. Boleh dibilang dua hal ini adalah dua hal yang termasuk inti dari kehidupan masyarakat Indonesia, terutama di Jakarta.

Tipisnya persediaan BBM yang dibilang media cetak hanya mencukupi kurang dari 20 hari ini, membuat beberapa kalangan terkadang menyesali, dan tak jarang yang bertanya-tanya, apa sih keuntungan dari era Reformasi ini ? Mirip banget sama cerita orang Israel yang sudah dibebaskan 'capek-capek' oleh Musa dari Mesir, namun di padang gurun mereka malah memaki-maki Musa, "Tahu gini kami tinggal saja di Mesir !!!!"

Belum lagi tentang maraknya berita tentang kelaparan dimana-mana, kurang gizi, dan lain sebagainya. Beberapa orang terkadang terdengar berkata, "Jamannya Pak Harto dulu, mana ada yang beginian." Hah ??? Mirip sekali sama apa yang dibilang sama orang Mesir waktu itu.

Pertanyaannya sekarang, apa memang benar seperti itu ?

Belum lagi kendala hilangnya mobil anti peluru milik presiden. Megawati dan suaminya Taufik Kiemas mengaku tidak tahu menahu soal mobil tersebut. "Mobil ? Mobil apa sih ?" mungkin begitu katanya Megawati, atau … "Silahkan saja suruh Badan Pemeriksa Keuangan untuk audit kekayaan kami," timpal Taufik Kiemas.

Apa sih sebenarnya yang terjadi ?

Kalau saya jadi presiden, terus terang saya pusing. Masyarakat minta A dan B, namun kenyataannya memang ada beberapa aspek yang agak tersendat-sendat, tapi masih gelap, belum tahu apa sebenarnya yang menyebabkan aspek-aspek kehidupan tersebut jadi tersendat-sendat.

Melihat dari luar saja, saya sudah pusing, gimana kalau saya jadi Presiden ? Apalagi, Pak Yudoyono sekarang menyebarluaskan nomor telefon genggamnya guna menerima segala macam keluhan masyarakat. Terus terang, saya angkat jempol buat Presiden saya yang satu ini. Walaupun, saya kadang berpikir juga, gimana cara dia mengatasi stressnya yah ? Bapak Presiden yang 'berani mati' menurut saya. In a positive way.

Itu sih menurut saya yah, kalau kalian punya pendapat sendiri, ya silahkan.

Tapi satu hal yang menarik perhatian saya. Era reformasi ini memang top banget, apalagi dalam masalah memberantas korupsi. Bahkan mantan menteri agama saja, tak tanggung-tanggung dipanggil untuk diperiksa masalah kebocoran dana abadi untuk naik Haji. Bagi saya, korupsi di bidang ini termasuk yang paling jahat. Bayangkan, setengah mati orang-orang menabung untuk bisa menunaikan ibadah mulia seperti naik haji, masih 'dipalak' juga. Itu namanya penipuan berkedok agama. Jahat banget. Uang kelebihannya kan seharusnya bisa mereka gunakan untuk amal, membantu orang-orang yang lapar, yang nggak bisa beli makanan. Bahkan makan nasi sama garampun mungkin sudah amat sangat mewah buat mereka.

Tapi, menurut orang-orang 'lama', ada satu hal yang terlewatkan oleh kabinet era reformasi, yaitu apa yang namanya pembangunan berkesinambungan.

Saya agak-agak lupa dimana saya pernah baca tentang pembangunan berkesinambungan waktu belajar di bangku SMA dulu. Tapi, kalau tidak salah, itu merupakan salah satu objektif repelita di kala Pak Harto masih 'bertahta'. Saya sih, hanya menilai dari luar. Namun, apakah benar ? Era reformasi kali ini kecolongan di aspek yang satu ini ?

Bagaimana dengan keberhasilan Bus Way, dan juga rencana membangun monorel yang akan menyambungkan kota Jakarta dari ujung terluar sebelah timur ke ujung terluar sebelah barat ? Apakah itu tidak termasuk dalam sebuah pembangunan yang berkesinambungan ? Atau mungkin, pembangunan yang berbeda ?

Bisa nggak ya, kalau memang pembangunan yang berkesinambungan itu adalah pembangunan menyeluruh seperti di era pembangunan (kalau memang itu bisa dikategorikan sebagai sebuah pembanguunan) dicangkok ke cabinet era reformasi ini ?

Mungkin, kabinet itu bagus adanya. Cuman oknumnya saja yang kurang bagus (atau mungkin tidak bagus sama sekali ?). Namun, kalau idenya memang bagus, kenapa tidak diadopsi saja ? Ide bagus kalau dijalankan orang jahat, pasti hasilnya jahat. Tapi, kalau dijalankan oleh orang-orang yang baik, saya percaya hasilnya juga pasti baik.

Tapi yah, itu kan hanya analisa kagetan versi orang luar yang sama sekali tidak mengerti politik, dan hanya melihat buahnya saja. Mungkin orang-orang dalam yang benar-benar mengerti politik bisa menjelaskan kepada saya, orang yang buta politik.

Aku adalah seseorang yang tidak mengerti politik, namun aku dapat melihat betapa banyaknya orang-orang kesusahan karena stok BBM menipis, listrik yang tidak memadai dan bayi-bayi kurang gizi tak jarang meninggal karenanya …sedangkan orang-orang kaya berlomba-lomba membeli mobil dan peralatan elektronik termahal sambil makan di restoran, tak habis, kemudian dibuang, tanpa membungkus satu dua porsi untuk pemulung yang setiap hari mengais makanan busuk di tong sampah rumahnya, akibat terlalu banyak makanan yang tersedia di rumahnya …

Ime' …
Stop violence because of materialism !!!!

2 Comments:

Blogger Mang Q said...

Hey Me,
i think it's one of your best writting I found in this site.

You know what, i think some conditions are better now. We see some corruption case being highly publicised and exposed. The law also seems processing those corruption cases. See KPU, Puteh, and now this Hajj fund.

In a more simplistic way, I also see some goverment institution doing better. Transportation in Jakarta with Busway is better than nothing. The Jembatan Timbang here is now functioning (last year, it was only truck driver paying money without being weighted. No wonder the road condition is so misserable).

It's seems there's still hope that Indonesia can be free from corruption. With all these shock therapy, probably we will think twice to corrupt something.

4:50 PM  
Blogger RealMuhy said...

never ending story about dat. Gw komen yang bagian akhirnya yah, soal makanan yang dibuang2.
Makanya mey.. saya menghargai makanan, selalu menghabiskan makanan di meja, even itu bukan bekas saya; bekas teman saya (kamu misalnya, Doooohhh). hehe..
makanya, jangan diketawain dong;) hihihi..
kalo adegan pas balsem nya jatoh dan menggelinding sih, sip... itu ember memalukan. haha.. Keep up the kiris way of life!

3:07 PM  

Post a Comment

<< Home