Photobucket

Thursday, August 25, 2005


Sepenggal Cinta, Cita dan Kehidupan

Ia kemudian berhenti, lalu berjalan lagi, begitu ia ulangi tiga kali. Namun ia tetap memaksakan dirinya untuk tersenyum, dan berjalan kearahku yang sudah menunggunya di bawah tangga.

...

Aku memegang bahunya, menatap dalam matanya, yang aku tahu kesedihanku hanyalah sepersekian puluh ribu besarnya dibandingkan dengan kesedihannya. Ia kemudian memegang lenganku, menatapku balik.
Ik kon wel huilen ... katanya.


...

Peti kemudian diturunkan.

Mana Tuhan ? Mana ??? Buktikan kalau Kau memang ada !!!!Begitu keluhku padaNya. Aneh tapi nyata. Masakan Tuhan yang adalah Tuhan, nggak bisa melakukan suatu perkara yang namanya nyembuhin orang ? Apa susahnya sih ? Kalau aku jadi Tuhan, aku akan membuat semua orang bahagia.

...

Sebuah frase kemudian terlintas di benakku, tanah akan kembali ke tanah, debu akan kembali ke debu. Kita, manusia, memang hanya terbuat dari tanah dan debu.

....

Tapi aku hanyalah seonggok tanah dan segenggam debu, satu hari nanti aku akan kembali menjadi tanah, sampai angin meniupku sebagai debu. Sebelum hal itu terjadi, aku harus melakukan yang terbaik untuk mengisi kehidupanku.

Coming up soon, Cinta, Cita dan Kehidupan ;)

ime' ...

2 Comments:

Anonymous Anonymous said...

ditunggu nih turun cetak (eh, turun apa naik yah?) *biiip* nya..

fitripitrisipirili a.k.a Y untuk yayang :">

8:26 AM  
Blogger ime' said...

hehehhee .... gue juga menunggu-nunggu masanya :D mudah-mudaahhhaaannn lolos :D

11:15 AM  

Post a Comment

<< Home