Photobucket

Saturday, October 22, 2005


Sebuah Kutipan Kecil ...

Yah, Cengkareng. Aneh sebenarnya, kenapa aku harus ke Jakarta yah. Aku sebenarnya benci banget sama Jakarta. Untuuuunngggg banget mama itu tinggal di Manado. Tapi, kali ini, aku merasa Jakarta itu seperti rumahku sendiri. Kenapa yah ? Apakah di masa yang akan datang, Jakarta kemudian akan menjadi rumahku ? Yah, setidaknya saat ini aku harus mampir ke Jakarta. Aku sih belum lihat kotanya. Tapi dari tayangan di tivi sih, Jakarta kayaknya nggak terlalu menyenangkan.

Tiba-tiba, aku teringat wajah-wajah orang yang kusayangi saat mereka melepasku dibandara Sam Ratulangi. Aku terus mengingat tangis Indri di pelukanku, ketika dia berkata, "Kak Asa, terima kasih banyak kak ..." Hah, terima kasih, sebuah kata aneh yang pernah kudengar meluncur dari mulut Indri dan hebatnya lagi, itu ditujukan untukku.

Kulihat juga wajah Tomo di bandara, itu si dodol suparadol. Setelah aku mengantarkan surat itu dari mama, Tomo bilang bahwa dia memutuskan untuk menikahkan Indri. Dia memutuskan untuk menjaga Indri dan orang tuanya sudah menyatakan setuju. Aku terkejut waktu Tomo bilang seperti itu. Dia minta maaf karena terlambat menyatakannya, dan betapa ia menginginkanku untuk menjadi best man-nya di pernikahan mereka. Namun, untuk mencegah image masyarakat akan Indri, Tomo berniat melangsungkan pernikahannya bulan depan.

"Hahahahhaa, kamu ini, memang pengen Indri jadi istrimu kan ?" godaku.
"Hahahhaa, kak Asa tau saja," sahut Tomo.
Kupeluk Tomo saat itu, dan aku bilang betapa aku bangga menjadi kakak iparnya. Walaupun, dia tetap seorang Tomo dodol suparadol, mungkin nanti ketika aku kembali, dia bisa membuatku mengubah julukan yang sudah kuberikan kepadanya itu.


Pamitanku pun dengan mama berlangsung sederhana. Memang kami nggak biasa sama yang namanya sungkeman sama orang tua. Tapi di bandara, aku berlutut dan mencium kaki ibuku. Aku tidak perduli dengan mata semua orang yang tertuju padaku, namun aku hanya ingin menyatakan rasa hormatku kepada seorang wanita yang telah membesarkanku dan adikku sampai aku jadi begini, sampai aku bisa mendapatkan beasiswa yang akan melayangkanku pergi ke mancanegara.

"Jika airmataku cukup banyak ma, akan kubasuh kakimu dengan airmataku. Namun, aku tak mampu melakukannya, sehingga aku memilih untuk mencium kakimu,"ucapku kala itu, sambil bersimpuh habis didepannya, berlinang air mata.

Mama menangis, dan menangis.
"Asa ... ingatlah, kamu itu adalah asa yang perkasa, dan tak ada seorangpun yang mampu untuk mengambil asa itu dari padamu, bahkan melenyapkan keperkasaannya. Karena hanya dari Tuhan dan hanya Dialah, yang memberikannya kepadamu dan hendaklah kamu mempersembahkannya kembali kepadaNya," kata Mama saat itu, berusaha tegar.


"Baik-baik di negeri orang sana nak, jaga diri baik-baik. Dan tunjukkan, bahwa di negeri kita, masih ada sebuah Asa yang tak kunjung padam dan itu bisa mengguncangkan dunia," merupakan pesan mama di penghujung detik aku harus berangkat.

Aku peluk dirinya, dan aku menangis. Rasanya, ingin aku berikan segala sesuatu yang kumiliki untuk mama saat itu. Sesuatu yang aneh kupikir, karena sepengetahuanku, aku belum pernah merasakannya. Sepertinya, sesuatu yang baru, pengalaman yang indah dan mengesankan, menungguku di ujung sana.

Pastinya, sesuatu yang sangat berharga, amat sangat terlalu berharga, dan juga mahal. Sangat mahal hingga aku harus terbang ke luar negeri untuk mendapatkannya.

==================

Siapa sih Asa ? *Tokoh favorit gue sih benernyaaaa =)) ember ma' ceeerrrrrr :P* saksikan (hah ? saksikan ?) di Cerita Tentang Kita *hehehehe, baru sebagian sih yang gue upload, tapi itu blon diedit yaaaa. yang udah diedit maaahh, rahasyiaaaa ;))*

ime' ...

5 Comments:

Blogger Ophi said...

busedhhhh gue kira...nama samaran muh Asa...hayaahhh....mana me undangan nyahh hhihihi

12:47 AM  
Anonymous Anonymous said...

Me' , jangan lupa kalo dah terbit ntar..gw kudu dapet bocorannya duluan.. :).

Btw mang panjang ya verification code-nya? gw pendek2 tuh..kalo ninggalin comment di lo, paling juga 5 digit

-Katrin-

12:36 PM  
Blogger ime' said...

[Ophi]
undangan ??? sabar ... sabar ... saya cari dulu orang yang mau 'bekerja sama' dengan sayah untuk bisa mempermak undangan :P

[Katrin]
yeeee ... kalo' lo dapet bocoran, dah tau ceritanya donk :P. buka aje itu di http://cintacitadankehidupan.blogspot.com. prasaan, lu dah pernah kesitu deh :P

1:22 PM  
Blogger merlyna lim said...

jadi kapan terbit nih me? gue pasti antreee buat dapet tanda tangan penulis...:)

3:06 AM  
Blogger ime' said...

teteh, ya oloohhh(ok 99, apa siihhh?),selesai aja belon teh ;)).masi diedit :P,dan masi nyari penerbid :D mudah2an dapet yah. yah, kalo' gak bisa dicetak, baca online aja ;)

novel online :P, ada gak yah tandatangan online ? :D

8:11 AM  

Post a Comment

<< Home