Photobucket

Monday, March 06, 2006


"Ditulis juga boleh..."

Gue masih inget setting itu. Gue baru dateng, duduk disebelah dia, dan bicara sama Tante sama Oom yang cukup familiar sama gue. Gue kenal mereka sebelum gue ke Belanda, saat gue di Belanda dan makin deket semenjak gue dateng dari Belanda.

Selesai ngobrol sama Tante soal Oom Andre yang baru meninggal minggu yang lalu, gue berpaling kearah dia. Gue nanya-nanya soal kehidupan dia, etc., tentu saja sambil menertawakan diri gue sendiri didalam hati, "Elo??? Bisa membuka pembicaraan??? Yeah right, what a change, Ime'!!!". Though i laughed on myself, but i kept asking and asking and asking.

Sesekali gue nggak bisa kontrol kuping gue, karena beberapa orang speaking in english behind me. Iya, english, a language that i miss so much to hear and to speak (hehehe, makanya, gue nggak pernah cape' buat nulis in english, sekedar memuaskan gue aja, walaupun english gue sedikit kutumbaba yayaya).

DVD di plasma depan sudah sampai di penghujungnya, and we started to count down to start the service.

"Nanti deh, dilanjut'in lagi," katanya.
"Aku cerita sama kamu lebih banyak deh," dia bilang ke gue sambil senyum.
Ah, senyum kamu, menawan banget. Benar-benar seperti orang yang sudah terbebaskan.
"Ditulis juga boleh," katanya lagi sambil tersenyum yang lebih lebar.
Gue senyum balik, tapi hati gue meringis. Ditulis? Iya, i haven't written anything 'till today.


Sepanjang puji-pujian dan penyembahan kemaren, yang ada di otak gue cuman nulis nulis nulis.

When i worship, i said a prayer, "I want to write a scientific article, not one... but many,"

satu...

Tadi, di jalan, waktu gue mau ke kantor, terbersit melody chorus dari lagu yang belum gue buat, sekarang udah lupa deh... tapi ada kata-kata,

I stand here in this place
gonna stand 'till i see Your face
wanna feel Your warmth embrace
thanking for Your amazing grace

dua...

Tadi di bis, ada setting terbersit di benak gue, dan beberapa kalimat,

Aku hanya bisa menunduk bertopangkan kedua tanganku. Jantungku berdegup kencang menunggu dokter Joko keluar dari ruangan itu. Sangat berharap aku terima kabar baik. Aku belum sanggup kehilangan dia saat ini. Aku sangat tidak sanggup. Ya Tuhan, tolonglah kami... Tolong aku yang berdosa ini...

tiga...

"Ditulis juga boleh..."
Masih inget kata-katanya dia. Memangnya, gue penulis? Bagi gue, nulis itu memang mudah, nulis curhat maksudnya (wakakakakakak). Tapi... gue kok belum yakin kalo gue penulis?


Ah, nggak tau...
Lihat aja nanti...
Yang penting, gue mau nikmat'in hari ini...


PS: ini cuman sekedar curhat, daripada gue pusing?

ime'...

1 Comments:

Blogger fitri said...

Ime'!! Sorry yah.. baru sowan-sowan lagih... Iya neh, lagi di jakarta.. and i'll be visiting jakarta lagi akhir bulan ini.. dan bulan depannya lagi.. dan lagi... ngupi2x yuuuks... nanti hasil per-ngupiannya "ditulis juga boleh..", hihihihi...

6:43 PM  

Post a Comment

<< Home