Photobucket

Tuesday, October 17, 2006


Kita (kita???) sudah berubah???

Posting ini gue buat, setelah gue terima e-mail dari seorang temen gue (ketua kelas gue waktu kelas 3 SMA sebenarnya... hehehhe... yup, YOU!!!) yang bilang bahwa dia nggak lagi ngantor di tempat yang sama. Well, dia 'naik' ke lembaga yang lebih tinggi lah istilahnya. Sejenak, e-mail dia itu mengganggu pikiran gue, yang sejenak juga, membuat gue berkesimpulan, kalo' ternyata, kita (kita???) sudah berubah. Bukan anak-anak remaja yang duduk di SMA lagi (walaupun mungkin derajat kecacatannya masih :D kekekekk...), tapi kita udah jadi seseorang yang terbentuk karakter dan pola pikir, sesuai dengan apa yang kita terima selepasnya kita dari bangku SMA.

Gue pas berpikir kesitu sedikit tertawa... dan berpikir tentu saja...

Gue inget, waktu itu ada workshop di salah satu tempat di deretan sudirman. Waktu itu temen gue yang berkantor disitu, 'ngejemput' gue dari lobby sampe' ke tempat workshop. Dia perhati'in yang dateng, terus dia bilang gini, "Enak ya, yang ikutan workshop muda-muda," gue ketawa aja. Terus, gue bilang sama dia, "Elo salah, yang ikutan workshop itu adalah orang-orang yang seumuran dengan kita, bukan yang muda-muda, karena kita udah nggak muda lagi..." terus gue ketawa sama dia, ngakak. But now, I realize, kita memang udah nggak 'muda' dalam artian, kita bukan lagi remaja yang pengennya main basket pas istirahat siang, nongkrong di kantin sambil nunjuk-nunjuk cewek dari gang kecentilan ato cowok dari geng ke-cool atau ke-macho-an. Kita udah nggak duduk di bangku itu lagi, kita udah berbeda... pola pikir kita sudah berbeda...

Kita udah jadi orang yang punya cubical sendiri, atau disekat atau diapa'inlah itu namanya. Kita udah jadi orang yang pada saat kita mengeluarkan pendapat, kita mengeluarkannya untuk kemajuan diri kita sendiri, kemajuan tim kita sendiri, bahkan mungkin... beberapa maju untuk kepentingan orang lain yang lebih lemah. Kita ada di posisi itu... Kita ada dalam posisi, dimana segala sesuatu yang kita ucapkan, bisa menentukan apakah besok kita bisa makan pake' daging atau hanya sekedar olahan kacang kedelai berpengawet berbahaya. Kita berada dalam posisi itu...

Gue ? Gue masih punya 'mental' seperti dulu. Gue masih suka berorganisasi dan 'bermain-main', sekedar ngumpul'in beberapa temen, hang out di salah satu food court mall-mall Jakarta, atau mungkin sekedar minum teh dan makan kue sama-sama. Kadang-kadang malah barbeque-an di rumah. That's me… nggak jarang juga, gue merasa kehilangan identitas diri gue sendiri di tengah-tengah meeting, trying to capture things floating on the ceiling of knowledge.

Tapi, ada satu hal yang gue sadar, semua ide-ide gue yang tertuang untuk program organisasi yang gue jalanin bareng sama temen-temen gue, dampaknya bukan hanya untuk 'kesenangan 'pribadi atau golongan dan organisasi, tapi dampaknya sampai kepada manusia-manusia lain... bahkan sampai kepada hidup banyak orang... gile... kayak Pancasila gini gue?

Gue masih ketawa, menertawakan kebodohan gue. Bodoh banget. Pikiran gue tidak ter-setting sedemikian rupa, sehingga gue kurang serius dalam menanggapi kehidupan pekerjaan. Pikiran gue masih pada bangku sekolahan, karena gue memang masih mau sekolah... heheheheh...

Tapi, even gue sekolah lagi pun, gue nggak bisa menerapkan pikiran 'anak-anak' gue di tingkatan berikutnya di dunia persekolahan. Gue harus bisa ngembang'in kapasitas otak gue, dengan cara merubah cara berpikir. Bukankah itu yang membuat orang pintar? Karena cara mereka berpikir yang berbeda? Cara mereka menghafal yang berbeda? Cara mereka berhitung yang berbeda juga? Walaupun hasilnya sama, 2 tidak selalu harus berasal dari 1+1, bisa saja 0.5+1.5 atau 0.25+1.75 dan lain sebagainya. Semakin banyak alternatif, semakin cerdas manusia; seperti yang ditulis Neil Baldwin di dalam Biografi Edison :

"Genius is 99% perpiration and 1 % inspiration" is simply a RATIONALIZATION for the APPROACH that WORKS BEST FOR US, bringing to bear the broadest conceivable range of OPTIONS into focus upon the narrowest possible range of CHALLENGE

Adalah cara pikir kita yang membuat kita maju, bukan kerajinan atau apapun. Karena menurut gue, kerajinan itu adalah buah dari cara pikir yang benar terhadap suatu situasi tertentu...

Jadi...

...

...

...

...


Kenapa juga yah gue bisa nulis ini???? Nggak jelas...

ime’...

8 Comments:

Blogger Madame Butterfly said...

hahaha, itulah yang gue suka dari si empunya blog ini

11:49 AM  
Blogger enda said...

Asikk ime mau kawin! Makan-makan!

6:22 PM  
Blogger ruth said...

hahaha...dasar ime...

miss ya sista....

tapi emang kita berubah ya??!!!!



hehe
gbu always

3:20 PM  
Anonymous dhonat said...

aku masih seperti yang dulu menunggu-mu sampai abis makan-ku... hehehehehe...

10:37 PM  
Blogger Spedaman said...

wah jadi Ime' mo kawin?!
asyiiik undang2ya...!!!

btw biar awet muda, sering2 dateng ke sma bwt latian ekskur dulu (tkd sma 28)
wakakaka...

1:43 PM  
Blogger BlukutukBlog said...

-__-" apakah saya tidak remaja lagi??

fyuh....

11:40 AM  
Blogger aRdho said...

sedih ya.. :(

aku udah mau kepala 2, aja udah rasanya bete.. :P pengennya 17 teruss.. BEBASS!! HIHIHH. :D

3:56 PM  
Blogger ime' said...

[juragan kupu-kupu]
heh? maksud loooo????

[enda]
gosssiiiipppppp!!!!!!!!!!!!!!1

[ruth]
yup, kita berubah. jadi tambah manis!!!! *positive thinking donk*

[dhonat]
huhuhuhu... gue udah gendud banged nih... kudu olahraga yang buanyaaggg!!!

[spedaman]
mmmm... benernya, gue juga sering gaul sih ama anak-anak kelas 3 SMP :)):)):))

[blukutuk]
hahahhahaha... *maksud looo???*

[ardho]
hah???? mau kepala 2???? gue mo' kepala 3 coooyyy!!!!! :)):)):))

6:35 PM  

Post a Comment

<< Home