Photobucket

Sunday, March 27, 2016


Kho Nan Yuan: Pemandangan yang Menyenangkan

Heyho! 

Gue mau ngelanjutin postingan gue tentang travel tahunan gue yang kemarin ke Thailand (postingan sebelumnya, bisa dilihat di sini ). So, di Kho Tao itu, gue dan teman-teman gue kemudian melihat berbagai macam paket tur yang ditawarkan sama pihak lokal, untuk bisa kami manfaatkan. Pada umumnya, paket tur itu adalah: snorkeling di shark bay, lanjut ke Aow Leuk untuk snorkeling, baru ke Mango island untuk makan siang, dan terakhir ke Kho Nan Yuan yang atraksi utamanya adalah melihat tiga pulau terhubung dengan pasir putih dari atas. Nah, karena dari atas, jelas, jalan nanjak merupakan salah satu paket yang juga ditawarkan. 

Nah, paket yang ditawarkan ini harganya kemarin tuh sekitar 750 Baht per orang (maksimum, paling mahal, belum terhitung biaya masuk ke Kho Nan Yuan), pakai kapal gak terlalu gede, tapi rame-rame dengan turis yang lain. Ada lagi pilihan untuk sewa perahu yang lebih kecil, dan (harusnya) kita bisa menentukan ke mana aja kita mau pergi. Perahu ini untuk penyewaan whole-day biayanya adalah 3000 Baht. Sewa perahu pribadi ini yang jadi pilihan kami waktu di Kho Tao. Pertimbangannya adalah kami ingin menghabiskan waktu lebih lama di Kho Nan Yuan. Soalnya, kalau di paket-paket tour, biasanya waktu di Kho Nan Yuan itu cuman 1 jam, sedangkan kami pengen lebih lama. Rute yang kami pilih jadinya adalah Shark Bay, Aow Leuk, dan yang terakhir Kho Nan Yuan, jadi kami skip Mango island. Kami berpikir untuk makan di Kho Nan Yuan, bawa bekal sendiri.

Gue nggak bisa kasih review untuk yang Shark Bay dan Aow Leuk, karena pada dasarnya gue takut sama ikan hiu. Jadi, walaupun gue nyebur, gue cuman di dekat kapal aja. Sang empunya perahu juga ternyata nggak jauh-jauh kok lempar jangkarnya. Menurut teman gue yang adalah diver, dengan kedalaman tersebut, mustahil ditemukan ikan hiu. Tapi, buat gue, laut sama dengan ikan hiu. So, semua omongannya gak gue dengerin. Walau demikian, karena gue udah pernah snorkeling di Pulau Air-nya Pulau Seribu, gue bisa jamin 100%, lautnya Indonesia itu keren banget.

Cuman ya, yang paling menyebalkan itu adalah tukang perahu yang kami sewa. Sama sekali nggak berasa bahwa perahu itu kami sewa sebagai perahu pribadi, karena si tukang perahu pengennya kita cepat-cepat selesai di snorkeling itu (alasannya belum makan). Jadi-nya, kami paling cuman 2,5 jam total untuk snorkeling. Kalau ini terjadi, sebenarnya bisa dibilang ke orang yang menjadi perantara untuk menyewakan kapal, supaya jangan terulang lagi. Karena kami gak mau berargumen dengan yang punya perahu, maka setengah sebelas kami sudah meluncur ke Kho Nan Yuan.

Untuk masuk ke Kho Nan Yuan, yang perlu diperhatikan adalah kalian semua harus bayar tambahan 100 Baht per orang untuk masuk, dan satu lagi, jangan coba-coba bawa botol air kemasan, mendingan kalian bawa tumbler atau tempat minum, karena mereka akan periksa tas kalian dan meminta semua minuman berbasis botol air kemasan untuk ditinggalkan. Menurut gue logis juga sih, karena mereka berusaha untuk meminimalkan jumlah sampah plastik yang berasal dari air mineral di pulau itu. Bahkan tempat mereka menjual minuman pun, yang mereka sediakan adalah kemasan dari botol. Walau demikian, tetap aja ada turis-turis (terutama bule) yang akan membuang botol itu di view point (nanti gue jelasin view point ini apa). Kalau kalian berkunjung ke Kho Nan Yuan, please jangan buang sampah sembarangan. Pulau itu bersih banget dari sampah-sampah plastik. Let's make our trip to be also friendly for the environment too, not only for us.


Pintu masuk ke Kho Nan Yuan
Cuman ada satu resort di Kho Nan Yuan, itu tuh rumah-rumah itu

Tempat pertama yang gue cari di Kho Nan Yuan adalah view point. Apa sih view point itu? Kho Nan Yuan ini terkenal dengan pemandangan dari atas, di mana kita bisa melihat pasir putih pantai yang menghubungkan tiga pulau di daerah itu. Gue terus terang nggak tau nama tiga pulau itu apa aja, gue gak ditanya juga di ujian masuk Kho Nan Yuan. Untuk bisa melihat pemandangan itu, memang harus dilihat dari atas, makanya, kudu nanjak. Banyak juga pertanyaan, lah ya kalau nanjak, apa nggak harus pakai sepatu? Menurut gue itu sedamainya kalian aja, gue naik pakai sendal jepit. 

Track-nya itu sebenarnya tangga biasa, tapi memang cukup sempit untuk dilalui dua orang bolak-balik. Cuman di ujung, memang harus manjat batu gede. Nah di sini, kalau mau pakai sepatu ya monggo, kalau nggak ya juga nggak pa-pa, just make sure kalian bisa naik dan cukup lincah. FYI lagi, view point ini juga kecil banget, jadi diperlukan kesabaran kalian-kalian untuk menunggu giliran foto; apalagi kalau lagi panas banget. Kemungkinan besar keinginan kalian untuk nonjok orang akan sangat besar pada saat itu, bahkan mungkin melebihi keinginan kalian untuk foto.

Sebelum ke area view point sebenarnya, gue nggak sengaja menemukan spot ini, cukup enak untuk nongkrong bahkan tiduran. Lautnya juga keren banget. Gue juga nggak tau ini nama spot-nya apaan, yang jelas, gue sempat leyeh-leyeh di situ, sebelum kemudian di-occupy sama bule-bule yang ngerokok di situ (demyu, smokers!).

The hidden leyeh-leyeh space


Pemandangan dari view point Kho Nan Yuan

Bagi gue sih, atraksi terbaiknya memang cuman pemandangan dari view point-nya Kho Nan Yuan itu aja, sisanya, kayak berenang-renang di pantainya, gak terlalu menarik perhatian gue. Kalau kalian kelaparan dan gak bawa makanan, di situ ada cafe kok. Walaupun dia satu-satunya cafe di situ, harganya itu nggak beda jauh sama harga di Kho Tao, jadi relatively murah, gak jomplang seperti yang mungkin terjadi di Indonesia. Jadi, jangan takut lah untuk beli makanan di situ, apalagi untuk beli kelapa. Kho Nan Yuan ini tapi memberikan review gue mengenai WC di Thailand jadi agak sedikit berbeda, karena menurut gue WC-nya bau dan lebih kotor. Jadi ya, siap-siap aja nutup idung. 

Buat gue, Kho Nan Yuan adalah pemandangan yang menyenangkan, nggak extraordinary, it is simply ordinary, karena gue udah pernah lihat yang jauh lebih bagus, seperti Ha Long Bay-nya Vietnam dan Pulau Seribu-nya Indonesia. Tapi sekali lagi, kalau melakukan traveling itu, there is no regret, yang paling penting adalah pengalaman elo melihat dan mengalami sesuatu yang baru.

Nanti gue sambung ya dengan cerita perjalanan gue berikutnya.

ime'...

Labels: , ,

0 Comments:

Post a Comment

<< Home